Memang Allah sengaja menemukan kita dengan orang yang salah


Memang Allah sengaja menemukan kita dengan orang yang salah…………………..

  • supaya kita dapat menjadi penilai yang baik..
  • supaya kita sedar, Bahawa kita hanyalah makhluk yang sentiasa mengharapkan pertolongan Allah..
  • supaya kita dapat KASIH SAYANG YANG TERBAIK, KHAS UNTUK DIRI KITA..
  • supaya kita sedar, Bahawa ALLAH YANG MAHA PEMURAH DAN PENYAYANG, kerana mengingatkan kita bahawa dia bukanlah pilihan yang hebat untuk kita dan kehidupan kita dimasa hadapan…
  • supaya kita dapat mengutip pengalaman yang tidak semua orang berpeluang untuk mengalamninya..
  • supaya kita menjadi MANUSIA yang HEBAT JIWANYA..
  • supaya kita lebih faham bahawa CINTA yang TERBAIK HANYA ADA BERSAMA ALLAH..
  • supaya kita LEBIH MENGENALI KEHIDUPAN YANG TIDAK SELAMANYA KEKAL..

Wahai sahabat yang kecewa, menderita dan sengsara kerana cinta, FAHAMILAH bahawa kehidupan kita semakin sampai ke penghujungnya. Hari esok kita pun kita sendiri tidak pasti sama ada menjadi milik kita.

Gapailah keredhaan Allah dengan melaksanakan suruhan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya…

PERCAYALAH sesungguhnya Allah malu untuk menolak permintaan hamba-Nya yang menadah tangan meminta dengan penuh pengharapan HANYA kepada-NYA..

*petikan dari Kembara Wasilah Edisi 1/2009 January

Tags:

3 responses to “Memang Allah sengaja menemukan kita dengan orang yang salah”

  1. lin says :

    tuhan sentiasa bri kite yg terbaik untk masa dpan kite,oleh i2 janganla sedih ot frust shngga kite lpa akan yg lbih kite cintai sebenrya,tuhan mha adil & saksama.ada hikmh di sebalik apa yg berlaku dgn ketentuanya…

  2. liffy says :

    pendapat saya bukan orang yang salah, tetapi belum tepat, karena adanya keterbatasan ukuran ruang hukum kesadaran, karena hakekat segala yang terjadi, hal2 yang berkaitan dengan pertemuan maupun perpisahan, apalagi menyangkut jodoh pasangan hidup semua atas ijin sepengetahuan-NYA, dengan adanya dorongan niat dan upaya yang dilakukan si hamba,.bukankah cinta yang ada di antara orangtua, anak, keluarga, yatim-piatu, sahabat,kekasih, kaum dhuafa, adalah cermin akan sifatullah yaa..rahman..yaa..rahiim, dan adalah Rahmat dariNYA,.. akan tetapi karena sifat manusia selalu tergesa-gesa, ceroboh, tidak sabar,pemalas, merajuk, mengeluh, dangkal..sehingga pintu-pintu rakhmat yang tadinya tersediakan baginya, dimana proses laju dari turunnya kebaikan,ilmu, rizky serta barakah, momentum itu seringkali hilang,terbuang dan sia-sia,..sehingga diri kita menjadi seorang pribadi atau insan yang gagal mentransformasi keinginan yang Maha Berkehendak, meskipun pada akhirnya akan sampai juga kepada hambanya, tetapi setelah melewati kembali rentang masa yang cukup panjang,. sehingga konteks dia mendapatkan pelajaran hikmah dari kegagalan masa lalunya akan dianggap sebagai sarana pembelajaran hidup untuk kedepan,..dan pada saatnya, dia sudah mendapatkan kematangan dan ukuran kadar yang sesuai,..hingga saatnya menjadi pribadi, hamba yang akan siap dan matang mendapatkan anugerah serta derajad kemuliaan..wallahua’laam

  3. nurin says :

    Setuju 110% pengalaman yang sangat bernilai tak dapat experience kat mane2 pun. Moralnye dapat mendidik diri menjadi insan yang lebih kuat dari segi mental dan fizikal dan sebenar-benar pengharapan hanya pada Allah agar jiwa sentiasa tenang..=D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: